wisata Alam ciamis
1. Situ Lengkong Panjalu, Perpaduan Antara Rekreasi dan Wisata Budaya
Untuk kali pertama menjelajahi kabupaten Ciamis traveler tentu tidak akan melewatkan Situ Lengkong Panjalu, sebuah destinasi yang menggabungkan antara rekreasi dan wisata budaya. Dikatakan demikian karena traveler yang datang ke danau ini akan disuguhi dengan pemandangan indah situ yang punya pulau di tengahnya bernama Nusa Larang.

Wisata budaya yang bisa ditemukan traveler di Situ Lengkong adalah adanya sejarah dari Kerajaan Panjalu yang menjadi cikal bakal kawasan tersebut. Di pulau tengah danau ini juga terdapat makam Hariang Kencana, putra dari Hariang Borosngora. Di tempat ini pula pada saat-saat tertentu diadakan semacam upacara adat bernama Nyangku dimana pada saat itu benda-benda pusaka akan dibersihkan melalui upacara adat. Situ Lengkong sendiri berada di kecamatan Panjalu, kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
2. Ciung Wanara, Situs Peninggalan Kerajaan Galuh
Terbentuknya daerah Ciamis tidak lepas dari sejarah Kerajaan Galuh yang menjadi cikal bakal daerah ini. Untuk itu tidak heran jika di kabupaten ini banyak ditemukan situs peninggalan dari zaman kerajaan tersebut. Salah satu yang wajib traveler kunjungi adalah Situs Karangmulyan atau disebut juga dengan Ciung Wanara.

Ciung Wanara merupakan sebuah situs purbakala dan juga arkeologi yang terletak di desa Karangmulyan, kecamatan Cijeungjing, kabupaten Ciamis. Situs yang bercorak Hindu-Budha ini adalah peninggalan dari Kerajaan Galuh. Sangat mudah untuk menjangkau kawasan wisata seluas 25 hektar ini karena posisinya berada di jalan nasional Ciamis-Banjar-Pangandaran atau berjarak sekitar 7 kilometer dari Kota Banjar ke arah selatan. Selain melihat banyak sekali situs peninggalan Kerajaan Galuh, traveler yang berkunjung juga menyempatkan diri untuk berfoto di depan Gong Perdamaian.
3. Curug Tujuh Cibolang, Pilihan Wisata Alam Buat Menenangkan Pikiran
Air terjun di kampung Nanggela, desa Sandingtaman, kecamatan Panjalu, kabupaten Ciamis ini bernama Curug Cibolang. Namun obyek wisata alam ini juga memiliki julukan lain sebagai Curug Tujuh yang kemudian membuat banyak traveler lebih suka menyebutnya sebagai Curug Tujuh Cibolang. Penamaan ini tidak lepas dari jumlah terjunan air yang jumlahnya tujuh dan berada saling berdekatan.

Curug Tujuh Cibolang berjarak 35 kilometer dari pusat kota Ciamis ke arah utara dan 5 kilometer dari pusat kota kecamatan Panjalu. Ketujuh terjunan air di curug ini pun memiliki namanya masing-masing antara lain Curug Satu, Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cibolang, Curug Cimantaja, Curug Cileutik dan Curug Cibuluh. Inilah destinasi yang pas untuk traveler kunjungi jika merindukan suasana tenang dengan udara pegunungan yang sejuk.
4. Mega Wisata Icakan Wajib Traveler Kunjungi Saat Menginginkan Wisata Mewah di Ciamis
Tidak jauh dari pusat kta Ciamis ada obyek wisata mewah yang bakal memanjakan traveler yaitu Mega Wisata Icakan atau dikenal pula sebagai Waterpark Icakan. Taman rekreasi air ini disebut-sebut sebagai yang termegah dan terbesar di kawasan timur Jawa Barat dimana seluruh taman ini berada di lahan seluas 70 hektar.

Tiket masuk ke kawasan wisata mewah ini ternyata cukup murah, tidak sampai 10 ribu rupiah traveler sudah bisa menikmati keindahan Mega Wisata Icakan. Namun jika mereka mau mencicipi setiap wahana yang ada akan dikenakan biaya terpisah yang nominalnya bervariatif. Beberapa wahana seru yang bisa traveler cicipi antara lain waterboom, flying fox, sepeda air, cinema 3D&4D serta masih banyak lagi. Buktikan sendiri keseruannya degan berkunjung langsung ke alamat Kampung Cikacang, Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.
5. Mengunjungi Kampung Kuta di Luar Pulau Bali
Mendengar nama Kuta pikiran kita pasti langsung tertuju pada pantai yang ada di Pulau Bali. Tapi Kuta yang satu ini letaknya di Pulau Jawa lebuh tepat lagi berada di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Tempat ini wajib ada dalam daftar kunjunganmu saat liburan di Ciamis sebab di sinilah traveler akan menemukan kehidupan masyarakat yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal dan budaya nenek moyang.

Dikenal sebagai Kampung Adat Kuta, dimana masyarakatnya memegang teguh budaya tabu terhadap sesuatu yang baru. Salah satu yang paling menonjol adalah mereka sangat getol dalam melestarikan hutan dan mempertahankan kelestarian mata air serta pohon aren sebagai sumber kehidupan. Pun demikian warga di kampung adat ini cukup terbuka dengan kunjungan wisatawan. Mereka yang berkunjung akan ditawari menginap dan membaur dengan masyarakat lokal serta mengikuti segala kegiatan yang dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar